Senin, 14 November 2016

Hadis tentang Kiamat Sughra


  • wanita yang berpakaian tetapi telanjang
3971 – حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا.

Artinya : ada dua macam penduduk neraka yang belum pernah ku lihat. Yaitu oarang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencabuki manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang bergoyang dan membuat orang lain bergoyang, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya, padahal bau surga itu bisa  dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.[5]
Imam An-Nawawi (dalam syarah muslimnya) menyebtkan bahwa hadist ini merupakan salah satu mu’jizat nubuwat beliau. Dimana pada masa nabi saw dan para sahabat dua gambaran diatas belum terjadi. Dan dimasa imam An-Nawawi fenomena ini ternyata telah menjadi kenyataan yaitu sekitar 6 abad yang lalu.[6]
Sebenarnya fenomena wanita seperti ini bukan hanya milik manusia akhir zaman tetapi juga pada zaman jahiliyah dulu. Artinya fenomena para pelacur dan pezina yang mengumbarkan auratnya juga (meskipun tidak ditempat umum). Adalah hal yang pernah terjadi pada waktu itu. Fenomena wanita berpakain tetapi telanjang dan para algojo kejam juga pernah terjadi di Negara-Negara Barat (Romawi dan Yunani) dimana hal itu belum pernah disaksikan oleh Nabi saw. Hanyasaja riwayat diatas mengisyaratkan akan terjadi (pada umat Islam) di akhir zaman.[7]
Imam An-Nawawi memberikan keterangan yang beragam mengenai makna wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang bergoyang dan membuat oarang lain bergoyang.
  1. Mereka adalah wanita-wanita yang berpakain (menggunakan) ni’mat Alloh, namun telanjang (tidak menggunakan) dari berbuat syukur.
  2. Mereka adalah wanitayang berpakaiam namun tidak berperilaku taat dan tidak memperhatikan urusan akhirat.
  3. Menngenakan pakaian teapi tampak sebagian anggota badannya untuk menampakan kecantikannya. Mereka berpakaian tetapi telanjang.
  4. Mengenakan pakaian tipis yang maasih memperlihatkan warna kulitnya dan bentuk tubuhnya. Mereka ini berpakaian tetapi telanjang.
Sedangkan dalam memaknai yang bergoyang dan membuat orang lainjuga bergoyang dijelaskan oleh beliau dengan makna.
  1. Menyimpang dari ketaatan kepada Alloh dan keharusan menjaga kemaluan. Ia juga mendorong wanita lain untuk mmelakukan perbuatan seperti perbuatannya.
  2. Yaitu wanita yang memperindah gaya jalannya dan menggoyangkan bahu mereka.
  3. Wanita yang cenderung kepada laki-laki dan memikat atau menarik perhatian laki-laki dengan perhiasan, kecantikan dan keindahan anggota tubuh mereka.
Dalam kontekstualisasi hadis di atas pada zaman sekarang, gambaran yang paling mudah kita dapat adalah para foto model, selebritis, SPG, bintang film, artis dan bintang iklan. Mereka yang berprofesi diatas pada umumnya tergolong pada golongan wanita yang berpakain tetapi telanjang. Tetapi tidak semua, ada beberapa orang yang memang tidak tergolong dalam kategori tersebut. Begitu juga para remaja, ibu, mahasiswi. Banyak dari mereka yang sekarang terbawa arus zaman. Tuk para mahasiswi mereka memakai jilbab tetapi gaya pakain yang mereka gunakan menunjukan lekukan tubuh yang tentusaja dapat mengangu pikiran laki-laki.

  • Turis Membanjiri Masjid dan Rumah Ibadah
إنّ من أشراط الساعة أن تتّخذ المساجد طرقا
“sesungguhnya salah satu tanda kiamat adalah bila masjid-masjid dianggap sebagai jalanan”.[8]
Masjid adalah tempat beribadah orang Islam. Masjid seharusnya di jadikan tempat yang sakral, karena masjid adalah “Rumah Tuhan”. Namun dalam kenyataannya sekarang masjid dijadikan tempat wisata dan masjid kehilangan kesakralannya. Para turis kadang tidak memperhatiakn etika ataupun aturan yang seharusnya mereka mengerti. Mereka ketika masuk dalam masjid atau tempat ibadah Islam lain kebanyakan tidak memakai pakaiann yang layak (ketat, tidak pakai kerudung, mini, dll). Secara tidak langsung dengan sikap yang seperti itu membuat masjid kehilangan nilai rakralnya.
Keadaan sekarang yang sering ditemui adalah ketika masjid dibangun dengan arsitektur yang indah, ketika orang masuk ke dalam mereka yang pertama kali lakukan bukanlah solat sunnah tahiyyatul masjid tetapi mengambil kamera dan berpose di berbagai sudut masjid. Mereka terkagum-kagum pada para arsitek dan perancang gedung yang membuat desain sangat indah. Mereka kadang lupa bahwa semua itu atas kenikmatan yang telah Alloh berikan untuk menciptakan keindahan itu.
  • Dihalalkannya khamer
78 – حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مَيْسَرَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ  ….وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ ….
“Diantara tanda-tanda kiamat adalah …(lalu beliau menyebutkan diantaranya).. dan di minumnya khamr..”[9]
Khamr pada saat zaman jahiliyah di daerah mekah menjadi minuman kegemaran. Tidak ada yang tak meminumnya. Bahkan ada sebagian orang ketika mandi mereka ada yang nggunakan air khamr untuk mandi. Dalam perta khamr adalah minuman wajib dihidangkan. Hingga Islam datang dan tahap demi tahap Islam mulai mengharamkan khamr ini. Karena lebih banyaknya mudzaratnya daripada khasiatnya. Seperti tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Maidah : 90-91).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٩٠﴾ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ ﴿٩١﴾
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti.(QS.Al-Maidah: 90-91).[10]

Itu adalah sekilas kisah orang dahulu tentang khamr, untuk zaman sekarang nabipun memberitahukan bahwa kelak khamr akan menjadi pilihan favorit banyak orang. Bahkan di akhir zaman (dan di zaman kita saat ini) bisa dipastikan bahwa meja-meja hiburan dan panggung-panggung pertunjukan dilengkapi dengan minuman haram ini.[11]zaman sekarang khususnya generasi muda Islam meminum khamr bukanlah perkara yang sulit. Khamr bisa didapatkan diwarung-warung pinggir jalan. Di televisi kita bisa lihat, sering diadakan razia khamr dan aparat yang berwenang dengan gampang menemukan khamr ditempat-tempat umum. Ini menunjukan bahwa jarak kita dengan kiamat sudah semakin dekat.

  • Hancurnya Umat Islam karena Perbuatan Mereka sendiri

5144 – حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ كِلَاهُمَا عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيَّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا

Artinya: sesungguhnya aku sudah memohom kepada Robbku untuk umatku. Janganlah Dia membinasakan mereka dengan paceklik yang merajalela, jangan menundukan mereka kepada musuh dari luar kelompok mereka yang menodai kedaulatan mereka. Sesungguhnya robbku berfirman: wahai muhammad sungguh jika Aku telah menetapkan suatu ketetapan, maka tidak bisa ditolak. Aku berikan kepadamu untuk umatmuagar mereka tidak dibinasakan oleh paceklik yang merajaleladan agar mereka tidak dikuasai oleh musuh dari luar mereka yang akanmenodai kedaulatan mereka, sekalipun musuh itu berkumpul dari seluruh penjuru dunia, kecuali jika dari sebagian dari mereka membinasakan sebagian yang lain dan mereka saling menawan satu sama lain.[12]

Kalau kita tengok sejarah Islam dalam pengembangan agama Islam pada masa Nabi dan sahabat, Islam lebih sering memenangkan peperangan itu walaupun Islam mempunyai jumlah, peralatan, fasilitas yang lebih sedikit dari pada musuhnya. Contohnya saja pada perang Badar, Perang Tabuk, Perang Khandak dll. Jumlah pasukan islam dengan lawannya lebih sedikit tetapi pasukan Islam mampu memenangkan perang itu.
Inilah janji Alloh swt kepada kaum muslimin, bahwa kemenangan bukan ditentukan oleh jumlah pasukan dan kecanggihan senjata, juga bukan karena banyaknya sarana dan lengkapnya fasilitas. Faktor keimanan dan kebersihan mental setiap pasukan serta keyakinan yang kuat akan datangnya pertolongan Alloh telah membuat mereka selalu pulang dengan kemenangan.[13]
Zaman sekarang adalah zaman yang berbeda dari dulu. Dimana pada zaman sekarang perlengkapan sudah memadai, jumlah pasuakn juga tidak kalah besar, tetapi kenapa kalau kita lihat berita di televisi Islam selalu dalam kekalahan dan keterpurukan. Mengapa ini berbeda dengan dulu yang pada saat dahulu keterbatasan malah mengantarkan Islam kepada kemenangan. zaman sekarang ada “musuh dalam selimut” dimana ada orang Ilam yang menjadi informan musuh, ada yang menjadi kaki tangannya, dan adapula yang menjadi budak setianya. Sebagian dari mereka bekerja karena tekanan, sebagian karena iming-iming dunia yang dijanjikan, sebagian ada yang karena kebenciannya kepada umat Islam, adapula yang hanya untuk bertahan hidup.[14]
Ada banyak contoh yang bisa diambil seperti terbunuhnya Presiden Pakistan yang Pro mujahidin, pembunuhan terhadap mujahid terbesar abad 20 (syeih Abdullah Azzam), dll. Semua itu karena ada umat islam yang berkhianat. Kekalahan umat Islam di Palestina juga tidak terlepas dari banyaknya orang Islam yang berkhianat, mereka bekerja sama dengan musuh Islam (Yahudi dan Nasrani).[15]

  • Banyaknya Bencana Alam, gempa bumi, tsunami
978 – حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ

4050 – حَدَّثَنَا أَبُو مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِي حَازِمِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي خَسْفٌ وَمَسْخٌ وَقَذْفٌ

Artinya: menjelang terjadinya kiamat akan terjadi pengubahan rupa, penggelaman bumi, dan hujan batu.(Sunan Ibnu Majah)
Pada tanggal 16 Januari 1995, Kobe, Jepang diguncang oleh gempa deng kekuatan 7,2 SR gempang yang terjadi dalm durasi 20 detik, gempa telah meluluh lantahkan Kobe dengan menewaskan 5.502 orang. Dan kerugian mencapai $147 miliar. Pada tanggal 18 April 1906 di San Fransisco, California diguncang gempa bumi berkuatan 8,3 SR. Lebih dari 3000 orang meninggal dan kerugian mencapai $ 500 Juta. Pada Tahun 1990, di Iran gempa berkekuatan 7,7 SR. Lebih dari 5s0.000 tewas. Dan yang tak pernah terlupakan yaitu pada tanggal 26 Desember 2004, gempa dan tsunami dengan kekuatan 8,9 SR di Aceh menewaskan lebih dari 200.000 orang.[16]
Pada tahun 2006an-2008an terjadi bencana alam yang melanda Indonesia sangat banyak seperti gempa bumi, tanah longsor, trunami, banjir, meletusnya gunung merapi, banjir bandang dll. Telah menyebabkan kerusakan dan kerugian materi dan non materi. Seolah-olah Alloh sedang murka kepada Umat-Nya. Ini mungkin juga sebagai pertanda bahwa dunia ini sedang marah atas apa yang telah manusia lakukan di atas muka bumi ini. Dan menunjukan bahwa dunia ini semakin dekat kepada kiamat.
Dahulu kejadian seperti ini pernah terjadi, yaitu pada masa Nabi Luth. Seperti diterangkan dalam ayat-ayat Al-Quran Surat Huud : 82-83.
فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ ﴿٨٢﴾ مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ وَمَا هِىَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ بِبَعِيدٍ ﴿٨٣﴾
Artinya: Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar(82) yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.(83).[17]

  • Pemutusan Tali Silaturahmi Sunan Ahmad
3785 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ أَخْبَرَنَا بَشِيرٌ أَبُو إِسْمَاعِيلَ عَنْ سَيَّارٍ أَبِي الْحَكَمِ عَنْ طَارِقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَهُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ تَسْلِيمُ الرَّجُلِ عَلَيْكَ فَقُلْتَ صَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ قَالَ فَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ تَسْلِيمُ الْخَاصَّةِ وَتَفْشُو التِّجَارَةُ حَتَّى تُعِينَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ وَتُقْطَعُ الْأَرْحَامُ

Artinya: sungguh menjelang terjadinya kiamat,… dan pemutusan silaturahmi.”[18]
Satu lagi tanda kiamat yang mungkin selama ini kita lalaikan yaitu tentang silaturahim. Kehidupan sosial mewajibkan kita untuk berbaik kepada orang lain dengan harapan orang lain juga melakukan hal yang sama. Silaturahmi tidak hanya untuk kepentingan saling membutuhkan tetapi ada juga sebagai memperkuat ukhuwah. Silaturahmi tidak hanya untuk orang yang kenal sama kita (lingkungan) lebih khusus kepada sanak saudara kita.
Pada era sekarang ini ini oarng silaturahmi hanya untuk “kepentingan materi”. Paham materialisme dan hedonisme telah merusak tujuan dari silaturahmi itu sendiri. Kebanyakan orang sekarang mereka bersilaturahmi hanya berlandaskan hubungan bisnis, politik, dan politik. Sifat egois mementingkan kepentingannya sendiri enggan untuk berbagi telah menjadi karakter yang mengakar pada banyak komunitas.[19]Banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah kesempitan ekonomi, kapitalisme yang telah mewarnai setiap bagian dari ekonomi manusia dan bahkan ada juga karena maslah agama.
Banyak contoh yang bisa di ambil seperti permusuhan antara seseorang saudaranya bahkan orang tuanya sebab perebutan harta warisan, permusuhan dengan tetangga karena berebut perbatasan tanah, kerusuhan antar kelompok yang mempunyai pemahaman tentang agama juga turut meramaikan terjadinya pemutusan silaturahmi ini. Padahal dalam surat dan ayat-ayat Al-Quran telah di singgung untuk menjaga dan menjalin silaturahmi. Seperti dalam Surat An-Nisa : 1
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴿١﴾
Artinya: Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu (1).(QS. An-Nisa: 1)[20]

  • Ulama yang Diwafatkan terlebih Dahulu dan Maraknya Kebodohan
98 – حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا قَالَ الْفِرَبْرِيُّ حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ قَالَ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ هِشَامٍ نَحْوَهُ

Artinya :sesungguhnya Alloh tidak mengambil ilmu dengan mencabut para manusia, tetapi mengambil ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga ketika tidak ada lagi ulama, manusia menjadi orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Merekapun di tanya lantas berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.[21]
Ulama adalah pewaris Nabi saw dalam hal pembimbingan umat kepada jalan yang Lurus, mengantarkan kepada jalan kebahagiaan, mengajarkan keluruhan akhlak adalah sebagian peran dan tugasnya. Ulama adalah dokternya orang muslim dalam penyembuhan penyembuhan penyakit hati. Ketika umat yang terdzolimi oleh aturan dan sistem buatan manusia maka ulamalah tempat curhat setelah Alloh. Ulama adalah pengobar semangat jihad ketika keterputus asaan melanda umat. Keberadaan ulama sangat urgen dalam perkembangan islam. Ulama bagaikan cahya yang menerangi perjalanan umat. Bagai bintang di malam hari. Keberaannya membuat umatnya terangkat derajatnya. Dan ketiadaannya membuat umatnya menjadi Hina.[22]
Ulama di Indonesia seperti Prof. Haji Malik Karim Amrullah (HAMKA), Prof Tengku KH. Hasbi Ash-Shidiqqi dan A. Hasan ketiganya telah wafat dan sampat sekarang ini belum ada ulama yang berani mengklaim bahwa dirinya setara dengan mereka dalam kemasyhuran dan ketinggian ilmunya. Dan masih banyak lagi para ulama yang sangat berpengaruh.
Akibat dari pewafatan para ulama ini adalah maraknya kebodohan dalam beragama. Orang “pintar” bukanlah orang yang menguasai teknologi modern, bukan yang menguasai iptek, budaya dan sains. Tetapi orang yang pintar adalah orang yang selalu bermuhasabah dan beramal untuk kepentingan hidup setelah mati. Adapun orang “kurang pintar” dalam Al-Quran disebutkan dalam Surat Ar-Rum : 6-7
وَعْدَ ٱللَّهِ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٦﴾  يَعْلَمُونَ ظَٰهِرًا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْءَاخِرَةِ هُمْ غَٰفِلُونَ ﴿٧﴾
Artinya: (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.(QS. Ar-Rum :6-7)[23]
Dalam ayat di atas di terangkan bahwa orang yang “kurang pintar” adalah mereka yang mengetahui berbagai persoalan duniawi seperti iptek, sains dan sebagainya tetapi mereka kurang mengetahui tentang urusan persoalan-persoalan akhirat. Dalam pandangan penulis orang pintar adalah orang yang mengetahui ilmu akhirat dan ilmu dunia itu secara seimbang.
Keadaan seperti ini membuat orang tidak punya pilihan lain selain mengangkat seseorang yang pintar dunia saja tetapi tidak berpengetahuan agama. Hal ini dapat menyebabkan praktik-praktik yang dapat menghancurkan kehidupan masyarkatnya, Seperti KKN. Kebodohan juga dapat menimbulkan peperangan, permusuhan, pembunuhan dan kerusakan moral baik individu ataupun bangsa.
  • Merajalelanya Riba
2269 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي خَيْرَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنْهُمْ أَحَدٌ إِلَّا آكِلُ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ

Artinya :benar-benar akan datang kepada manusia suatu zaman dimana dimana tidak ada seorang pun diantara mereka kecuali memakan harta riba. Sekiranya ia tidak memakannya, setidaknya ia terkena debunya.[24]
Riba adalah konsep ekonomi yang telah lama dipakai oleh orang-orang Yahudi. Yahudi beranggapan bahwa pinjaman berupa uang yang diputar dalam bentuk apapun haruslah dikenai bunga.[25] Pengertian ini tentu hanya bentuk akal-akalan saja sebab jika hutang tersebut digunakan untuk hal-hal produktif, maka perhitungan yang seharusnya adalah bagi hasil. Sedangkan jika digunakan untuk keperluan konsumtif adalah dasar ta’awun. Dalam ayat Al-Quran pun Alloh sangat mengecam tentang segala seuatu yang berhubungan dengan riba. Disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah :275
ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿٢٧٥﴾
Artinya : Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.[26]
Merajalelanya riba pada zaman sekarang ini adalah sebuah tanda bahwa kita semakin dekat dengan kiamat. Pada zaman Nabi yang mata uangnya berupa Dirham dan Dinar yang terbuat dari emas dan perak. Standar nilainya adalah berat logamnya, sehingga nilai intrinsik dan extrinsiknya sama. Dan setiap orang bisa membuatnya jika ia memiliki bahannya. Dalam keadaan seperti ini perbuatan riba masih mungkin untuk dihindari bahkan bisa dihapus.[27]
Hadis Nabi saw diatas dalam kontektualisasinya dan realitasnya dalam kehidupan yang sekarang adalah sebagai berikut, semua bentuk muamalah jual-beli selalu menggunakan uang, padahal uang yang menjadi alat tukar dibuat oleh Bank yang mana Bank ini sendiri berasaskan riba. Maka secara otomatis setiap orang akan sulit untuk menghindari riba, orang akan terkena riba walaupun hanya debu-debunya saja. Segala apa yang kita pakai mulai dari sandal sampai yang paling mewah seperti mobil, komputer dll itu diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan bank-bank ribawi. Meskipun ada diantara mereka yang secara muamalah terbebas dari jerat riba secara langsung, namuntetap saja mereka terkena debu-debunya.[28]
  1. Hikmah Memperhatikan Hari Kiamat

Datangnya IMAM AL-MAHDI DALAM HADITS SHAHIH RASULULLAH

AL-IMAM MAHDI DENGAN KEDATANGAN'NYA

PANJI HITAM DARI TIMUR Black Flag From The East 


1. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Al-Mahdi akan datang setelah muncul Panji-panji Hitam dari sebelah Timur yang mana pasukan itu selalu tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun. (Ibnu Majah)

2. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Orang ramai daripada Timur akan muncul, kemudian menyerahkan kekuasaannya kepada al-Mahdi.

3. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Panji-panji Hitam akan keluar dari Khurasan (Setelah Pemuda Bani Tamim bertemu al-Haris Harras dan pada masa itu juga kawan-kawan al-Mahdi (tentera-tenteranya) keluar menuju Baitulmaqdis.

4. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Al-Mahdi akan dibaiat di antara Hajar Aswad dan Makam Ibrahim oleh sejumlah orang yang mengikuti Perang Badar (iaitu Pemuda Bani Tamim dan pasukannya), kemudian datang kumpulan orang dari Iraq, dan para Wali Abdal dari penduduk Syam untuk berikrar kepadanya. Dan akan datang pula pasukan daripada Syam (sufyani) yang kemudiannya ditelan bumi di al-Baidak dekat Zul Hulaifah. Semuanya binasa melainkan si pembawa berita sahaja.(Abu Daud & Al-Hakim)

5. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Tiga ratus empat belas orang yang di antaranya adalah perempuan, bergabung dengan al-Mahdi yang akan bertindak ke atas setiap pemimpin yang berbuat zalim dan menegakkan keadilan seperti yang diharap-harapkan oleh semua orang. Setelah itu, tidak ada kebaikan lagi di muka bumi ini yang melebihi kebaikan pada masa al-Mahdi.

6. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Pembawa bendera al-Mahdi adalah seorang lelaki daripada suku Tamim yang datang dari Timur.

7. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk. Maksudnya ialah al-Mahdi.(Ibnu Majah, Abu Nuaim & Al-Hakim)


8. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Sebelum al-Mahdi (muncul), As-Sufyani akan muncul dengan 360 pasukan berkuda. Kemudian dengan diiringi 30,000 pasukan yang dipimpin oleh Kalb, iaitu bapa saudaranya. As-Sufyani kemudian mengerahkan askarnya ke Iraq. Dalam serangan ini, 100,000 orang terbunuh di Zaura iaitu suatu bandar di Timur. Setelah itu mereka menyerang Kufah pula. Ketika itu muncullah Panji-panji (Hitam) dari Timur. Lantas ada satu pertanyaan, wahai Rasullulah, bagaimana kami dapat mengenalinya? Nabi SAW menjawab, Dia adalah dari keturunanku, perawakannya mirip kepada Bani Israel, seolah-olah wajahnya bercahaya-cahaya laksana bintang, pipi kanannya bertahi lalat hitam. Dia tampan orangnya, yang berusia 40 tahun. Dia akan didatangi oleh Wali-wali Abdal dari Syam, tokoh-tokoh Nujabat dari Mesir, Asoib dari Timur dan para pengikutnya.

9. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Sentiasa akan ada satu toifah dari kalangan umatku yang sanggup menzahirkan kebenaran. Mereka tidak dapat dirosakkan (dikalahkan) oleh orang-orang yang menentangnya, hinggalah datang perintah Allah (hari kiamat).

10. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Dari Ibnu Masud RA, katanya, ketika kami berada di sisi Rasullulah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat mereka, maka kedua-dua mata banginda SAW dilinangi air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, Mengapakah kami melihat pada wajah Tuan sesuatu yang tidak kami sukai? Baginda menjawab, Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dari penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari Timur yang membawa bersama-sama mereka Panji-panji Hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya, maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalan mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan seperti halnya bumi ini dipenuhi dengan kedurjanaan sebelumnya. Sesiapa yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka itu, walaupun terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah al-Mahdi.(Ibnu Majah)

11. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Daripada al-Hasan, bahawa Nabi SAW menyebut bala yang akan menimpa kaum keluarganya, hinggalah Allah mengutuskan Panji-panji Hitam dari Timur. Sesiapa yang menolongnya akan ditolong pula oleh Allah. Sesiapa yang menghinanya akan dihinakan pula oleh Allah, hinggalah mereka mendatangi seorang lelaki yang namanyna seperi nama aku. Mereka pun melantiknya memimpin mereka, maka Allah pun membantu dan menolongnya.(Nuaim bin Hammad)


12. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-olah hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Sesiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka, sekalipun merangkak di atas salji.(Al-Hafiz Abu Naim)

13. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Akan keluar seorang lelaki dari seberang sungai yang dikatakan Al-Haris bin Harras, yang di hadapannya ada seorang lelaki yang dikatakan al-Mansur, dialah yang akan memudahkan urusan atau membela keluarga Nabi SAW seperti pihak Quraisy yang membela Rasulullah SAW. Wajib setiap mukmin menolongnya atau baginda bersabda, Wajib setiap orang mukmin menerimanya. (Abu Daud, an-NasaâI, al-Baihaqi & al-Husin)


14. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Sesungguhnya ketika zahir al-Mahdi, menyerulah malaikat dari atas kepalanya, Ini al-Mahdi Khalifah Allah, maka kamu ikutilah dia. Seluruh manusia tunduk dan patuh kepadanya dan mengecapi kasih sayangnya. Sesungguhnya al-Mahdi itu menguasai Timur dan Barat. Dan adalah yang berbaiat kepadanya di antara Rukun dan Maqam, yang pertama adalah sejumlah pasukan Badar (314 orang). Kemudian Abdal dari Syam mendatanginya, dikuti oleh Nujabak dari Mesir dan Asoib dari Timur. Setelah itu Allah mengutuskan kepadanya tentera dari Khurasan dengan Panji-panji Hitam dan mereka menuju ke Syam. Allah menutus kepadanya 3,000 malaikat dan ahli (Ashabul) Kahfi adalah antara pembantunya.


15. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Sesiapa yang berpegang (teguh) dengan sunnahku ketika umatku sedang rosak, baginya seratus pahala syahid.(Iman Muslim)

16. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Ada tiga orang adik-beradik yang saling berperang sesama sendiri berhampiran tempat simpanan Kaabah kamu. Ketiga-tiganya adalah anak seorang khalifah. Kemudian tidak seorang pun antara mereka yang menjadi khalifah. Kemudian muncullah Bendera Hitam dari arah Timur, lalu mereka membunuh kamu semua (yang sedang berperang saudara itu) dengan satu pembunuhan yang (sangat banyak) belum pernah berlaku sebelum ini oleh sesuatu kaum. Kemudia baginda menuturkan sesuatu yang tidak saya ingatinya. Kemudian baginda bersabda, apabila kamu semua melihatnya, hendaklah berbaiat kepadanya walaupun terpaksa merangkak di atas salji kerana dia adalah Khalifah Allah, iaitu al-Mahdi.(Ibnu Majah)

17. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Akan ada orang-orang yang keluar dari sebelah Timur, lalu mereka mempersiapkan segala urusan untuk al-Mahdi, yakin pemerintahnya.(Ibnu Majah)

18. Sabda Nabi Muhammad SAW:

Apabila keluar Panji-panji Hitam dari arah Khurasan, tidak akan ada sesuatu apa pun yang dapat menolaknya hinggalah dipacakkan di Ilya.(At-Tarmizi)

ASHABU RAYATI SUUD- Pasukan Panji Hitam –Generasi Taifah Manshurah yang Dijanjikan Kemunculannya di Akhir Zaman

THAIFAH MANSHURAH, SENANTIASA ADA HINGGA HARI KIAMAT

Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada kelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al Qur'an dan As Sunnah dengan konsekuen, memperjuangkan tegaknya syari'at Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir, munafik dan murtadin.

Kelompok Islam ini disebut Ath Thaifah Al Manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman dari umat Islam menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah SAW beserta segenap sahabatnya, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai generasi Islam yang menyertai Imam Mahdi dan Nabi Isa AS dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syari'at Islam.

Hadits-hadits tentan Ath Thaifah Al Manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) sahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang Ath Thaifah Al Manshurah telah mencapai derajat muttawatir.

Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum fundamentalis Islam, di tengah kelompok umat Islam yang telah lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al Qur'an dan As Sunnah. Mereka adalah "muslim-muslim militan' yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat. Rasululllah SAW menamakan kelompok ini sebagai Ath Thaifah Al Manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan materi maupun spiritual.

Di antara hadits-hadits tentang Ath Thaifah Al Manshurah tersebut adalah sebagai berikut:

"Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (kamu berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Alloh sementara keadaan mereka tetap seperti itu" {HR. Muslim : Kitabul Imarah No. 3544 dan Tirmidzi : Kitabul Fitan No. 2155}

ASHABU RAYATI SUUD, GENERASI AKHIR THAIFAH MANSHURAH YANG DIJANJIKAN ALLAH Dan Rasulullah. 

Dalam sebuah riwayat tentang thaifah manshurah disebutkan, "Akan senantiasa ada sekelompok uumatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal." {HR. Muslim : Kitabul Fitan No. 3550}

Riwayat tersebut menjelaskan bahwa diakhir zaman kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal akan dikalahkan oelh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itu adalah mereka yang bersama Al Mahdi, sedang mereka yang menolak Al Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima'). Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan).

Diriwayatkan oleh sahabat Tsauban:

"Akan berperang tiga orang dari sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah pitera Khalifah. Tetapi tak seorangpun di anatara mereka yang menguasainya. Kemudian munculah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu." Kemudian beliau SAW menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu beliau SAW berkata : maka jika kamu melihatnya, berbai'atlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifah Alloh Al Mahdi." {Sunan Ibnu Majjah, Kitabul Fitan bab Khurujil Mahdi 2:1467. Mustadrak Al Hakim 4:463-464. Dan dia berkata, "Ini adalah hadits shahih menurut sarat Syaikhoni." An Nihayah fil Fitan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini}


ZAMAN KEMUNCULAN ASHABU RAYATI SUUD

Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashabu Rayati Suud adalah disaat kemunculan Al Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashabu Rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, simsalabim. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas memilik kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimilik oleh kaum sebelumnya menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktifitas mereka sebelum kemunculan Al Mahdi adalah jihad (qital / perang), hal yang menjadi ciri khas Thaifah Manshurah di akhir zaman.


ASHABU RAYATI SUUD AKAN MUNCUL DARI TIMUR KHURASAN, BENARKAH MEREKA TALIBAN DAN AL QAEDA ?? ... Wallahu Allam Bie Shoab. 

Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq, dll) yang dikenal dengan Taliban dan Al Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan Muslim yang paling ditakuti oleh kaum kafir AS dan Eropa karena kehebatan tempur mereka, juga cita-cita mereka yang radikal,

mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Mereka adalah Muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rosulullah SAW. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabatnya; beriman, berhijrah, berjihad*, mendirikan negara Islam, melaksanakan kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional,

mendapat ujian paling berat dalam menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab (pasukan sekutu) dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitis kehidupan mereka.

Wassallam ... 

Tanda - Tanda Kiamat dalam Hadits SHAHIH Rasulullah

Kiamat berdasarkan kumpulan-kumpulan Hadist dalam Islam. Apakah salah satu dari tanda-tanda itu sudah muncul?
Hadist ini diperoleh dari kumpulan beberapa sumber:

1. Hampir tibanya fitnah dan terbukanya dinding Yakjuj dan Makjuj

* Hadis riwayat Zainab binti Jahsy ra.: Bahwa Nabi saw. bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari).

Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya:

Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. (Shahih Muslim No.5128)

* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw.,

beliau bersabda: Hari ini dinding Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Wuhaib (perawi hadis) melingkarkan jarinya membentuk angka sembilan puluh (menekuk jari telunjuk sampai ke pangkal ibu jari). (Shahih Muslim No.5130)

2. Pembenaman tentara yang menyerbu KaB'bah

* Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bergerak-gerak di dalam tidurnya,
maka kami bertanya: Wahai Rasulullah, ketika engkau tidur, engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan? Beliau menjawab: Mengherankan! Ada sekelompok manusia dari umatku yang datang menuju Baitullah karena seorang lelaki Quraisy yang berlindung di Baitullah, s
ehingga ketika mereka telah tiba di suatu padang sahara mereka dibenamkan. Kami bertanya:

Wahai Rasulullah, di jalan itu banyak berkumpul manusia? Beliau menjawab:

Benar! Di antara mereka terdapat orang yang pintar, orang yang terpaksa dan ada juga orang yang dalam perjalanan mereka seluruhnya binasa dalam satu waktu lalu mereka akan dibangkitkan oleh Allah di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan niat mereka. (Shahih Muslim No.5134)

3. Turunnya fitnah bagaikan turunnya air hujan

* Hadis riwayat Usamah ra.: Bahwa Nabi saw. menaiki salah satu bangunan tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan.
(Shahih Muslim No.5135)

* Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Bahwa Rasulullah saw.

bersabda: Akan terjadi fitnah di mana orang yang duduk (menghindar dari fitnah itu) lebih baik daripada yang berdiri dan orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari (yang terlibat dalam fitnah). Orang yang mendekatinya akan dibinasakan.
Barang siapa yang mendapatkan tempat berlindung darinya, hendaklah ia berlindung. (Shahih Muslim No.5136)

4. Jika dua orang muslim bertarung, masing-masing menghunus pedang

* Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa,
tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya. (Shahih Muslim No.5139) * Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:

Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih Muslim No.5142) * Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah banyak peristiwa haraj. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah haraj itu? Beliau menjawab: Pembunuhan, pembunuhan. (Shahih Muslim No.5143)

5. Pemberitahuan Nabi saw. tentang apa yang akan terjadi hingga hari kiamat

* Hadis riwayat Hudzaifah bin Yaman ra.: Hudzaifah bin Yaman berkata: Demi Allah, aku adalah orang yang paling mengetahui setiap fitnah yang akan terjadi dari sejak zamanku sekarang sampai hari kiamat,
karena Rasulullah saw. pernah membisikkan kepadaku sesuatu tentang hal itu yang tidak pernah dibicarakan kepada orang selainku. Tetapi Rasulullah saw.

pernah bersabda ketika beliau bicara dalam suatu majelis yang aku hadiri tentang fitnah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda sambil menyebutkan satu-persatu fitnah-fitnah itu di antaranya adalah tiga fitnah yang hampir tidak meninggalkan sesuatu apa pun, di antaranya juga ada fitnah yang seperti hembusan angin musim panas, ada yang kecil dan ada yang besar. (Shahih Muslim No.5146)

6. Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas

* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat. (Shahih Muslim No.5152)

7. Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah Hijaz

* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di Basrah. (Shahih Muslim No.5164)

8. Fitnah itu akan terjadi di tempat terbitnya matahari, tempat dua tanduk setan muncul

* Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)

9. Kiamat tidak akan terjadi sebelum suku Daus menyembah Dzul Khalashah

* Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum pinggul-pinggul kaum wanita suku Daus bergoyang di sekeliling Dzul Khalashah, yaitu sebuah berhala yang disembah suku Daus di Tabalah pada zaman jahiliah. (Tabalah adalah nama daerah di Yaman). (Shahih Muslim No.5173)

10. Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain, lalu ia berharap dapat menggantikan tempat si mayit karena beratnya cobaan dunia

* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw.
bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah senangnya bila aku menempati tempatnya!. (Shahih Muslim No.5175) * Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seorang lelaki muncul dari Qahthan menggiring manusia dengan tongkatnya. (Shahih Muslim No.5182)
* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian memerangi suatu kaum yang wajahnya seperti perisai dan kiamat tidak akan tiba sebelum kalian memerangi suatu kaum yang sandalnya terbuat dari bulu. (Shahih Muslim No.5184)

* Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!. (Shahih Muslim No.5200) * Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru:

Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi. (Shahih Muslim No.5203) * Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda:

Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah. (Shahih Muslim No.5205)

11. Tentang Ibnu Shayyad

* Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Aku menemani Ibnu Shaid pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku: Aku telah bertemu dengan beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal. Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Dajjal itu tidak mempunyai anak. Aku jawab:

Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah mempunyai anak. Bukankah kamu telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Dajjal itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekah. Aku menjawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke Mekah. Kemudian di akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku: Demi Allah, sesungguhnya aku tahu waktu kelahirannya, tempatnya dan di mana dia.

Ia berkata: Ia telah mengaburkanku tentang perkara itu. (Shahih Muslim No.5209) * Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:
Dari Muhammad Al-Munkadir ia berkata: Aku melihat Jabir bin Abdullah bersumpah demi Allah bahwa Ibnu Shaid adalah seorang Dajjal, maka aku bertanya: Kenapa kamu bersumpah demi Allah? Dia menjawab: Aku mendengar Umar bersumpah tentang hal itu di hadapan Nabi saw. dan beliau tidak mengingkarinya. (Shahih Muslim No.5214)

* Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.: Bahwa Umar bin Khathab pergi bersama Rasulullah saw. dalam suatu rombongan menuju tempat Ibnu Shayyad dan menjumpainya sedang bermain dengan anak-anak kecil di dekat gedung Bani Maghalah, sedangkan pada waktu itu Ibnu Shayyad sudah mendekati usia balig.

Ia tidak merasa kalau ada Nabi saw. sehingga beliau menepuk punggungnya lalu Nabi berkata kepada Ibnu Shayyad: Apakah kamu bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?

Ibnu Shayyad memandang beliau lalu berkata: Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta huruf. Lalu Ibnu Shayyad balik bertanya kepada Rasulullah saw.: Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan Allah? Beliau menolaknya dan bersabda: Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya. Kemudian Rasulullah berkata kepadanya: Apa yang kamu lihat?

Ibnu Shayyad berkata:

Aku didatangi orang yang jujur dan pendusta. Maka Rasulullah saw. bersabda:Perkara ini telah menjadi kabur bagimu. Lalu Rasulullah melanjutkan: Aku menyembunyikan sesuatu untukmu.

Ibnu Shayyad berkata: Asap. Beliau bersabda: Pergilah kau orang yang hina! Kamu tidak akan melewati derajatmu! Umar bin Khathab berkata: Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya! Beliau bersabda: Kalau dia Dajjal, dia tidak akan dapat dikalahkan, kalau bukan maka tidak ada baiknya kamu membunuh dia. Salim bin Abdullah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar berkata: Sesudah demikian,

Rasulullah dan Ubay bin Kaab Al-Anshari pergi menuju ke kebun korma di mana terdapat Ibnu Shayyad. Setelah masuk ke kebun beliau segera berlindung di balik batang pohon korma mencari kelengahan untuk mendengarkan sesuatu yang dikatakan Ibnu Shayyad sebelum Ibnu Shayyad melihat beliau. Maka Rasulullah saw.


dapat melihat ia sedang berbaring di atas tikar kasar sambil mengeluarkan suara yang tidak dapat dipahami. Tiba-tiba ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah saw. yang sedang bersembunyi di balik batang pohon korma lalu menyapa Ibnu Shayyad: Hai Shaaf, (nama panggilan Ibnu Shayyad), ini ada Muhammad! Lalu bangunlah Ibnu Shayyad.

Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Seandainya ibunya membiarkannya, maka akan jelaslah perkara dia. Diceritakan oleh Salim, bahwa Abdullah bin Umar berkata: Maka Rasulullah saw. berdiri di tengah-tengah orang banyak lalu memuji Allah dengan apa yang layak bagi-Nya kemudian menyebut Dajjal seraya bersabda: Sungguh aku peringatkan kamu darinya dan tiada seorang nabi pun kecuali pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal tersebut.

Nabi Nuh as. telah memperingatkan kaumnya, tetapi aku terangkan kepadamu sesuatu yang belum pernah diterangkan nabi-nabi kepada kaumnya. Ketahuilah, Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Allah Maha Suci lagi Maha Luhur tidak buta. (Shahih Muslim No.5215)

12. Dajjal LAKNATULLAH dan sifat-sifatnya

* Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis “kaaf”, “faa”, “raa”. (Shahih Muslim No.5219) * Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Dajjal itu buta mata kirinya,

berambut lebat, ia membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. (Shahih Muslim No.5222) * Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya?

Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya. (Shahih Muslim No.5227)

13. Ciri-ciri Dajjal, ia tidak dapat memasuki Madinah, ia mematikan dan menghidupkan seorang beriman


* Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw. pernah bercerita kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: Ia akan datang tetapi ia diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata:

Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah saw. kepada kami. Dajjal berkata: Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku? Mereka berkata: Tidak! Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya kembali.

Ketika telah dihidupkan, lelaki itu berkata: Demi Allah, aku sekarang lebih yakin tentang dirimu dari sebelumnya. Maka Dajjal itu hendak membunuhnya kembali, namun ia tidak kuasa melakukannya. (Shahih Muslim No.5229)

14. Dajjal adalah perkara kecil bagi Allah

* Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra., ia berkata: Tidak ada seorang yang bertanya kepada Nabi saw. tentang Dajjal lebih banyak dari apa yang aku tanyakan. Beliau bersabda: Kenapa kamu bersusah-payah menanyakan hal itu? Sesungguhnya ia tidak akan membahayakan kamu.
Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mereka mengatakan bahwa Dajjal itu membawa makanan dan sungai? Beliau menjawab: Perkaranya lebih ringan di hadapan Allah dari itu. (Shahih Muslim No.5231)

15. Kisah mata-mata Dajjal

* Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu negeri yang tidak dimasuki Dajjal, kecuali Mekah dan Madinah, dan tidak ada satu jalan di Madinah, kecuali terdapat malaikat yang berbaris menjaganya.
Maka Dajjal singgah di daerah rawa, kemudian Madinah bergoncang tiga kali goncangan, sehingga seluruh orang kafir dan munafik keluar dari sana menuju ke tempat Dajjal. (Shahih Muslim No.5236)

16. Dekatnya waktu kiamat

* Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat).
(Shahih Muslim No.5244)

* Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Rasulullah saw.

bersabda: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti jarak antara kedua jari ini. (Shahih Muslim No.5245) * Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Apabila orang-orang Arab badui datang menghadap Nabi saw. mereka bertanya: Kapankah kiamat akan tiba?

Lalu beliau memandang kepada orang yang paling muda di antara mereka dan bersabda: Seandainya dia hidup, sebelum dia menjadi tua renta, maka kiamat akan terjadi.
(Shahih Muslim No.5248)

* Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw.: Kapankah kiamat akan tiba? Di sebelahnya terdapat seorang pemuda Ansar yang masih belia bernama Muhammad, maka Rasulullah saw. bersabda: Ketika pemuda ini hidup lama, maka sebelum ia mencapai usia tua renta kiamat sudah tiba. (Shahih Muslim No.5249)

17. Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala

* Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah,

apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan.
Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan,

sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.5253)